Movie Review - Alexandria

Ada tuduhan keliru bahwa aku tertarik menonton film ini karena penata musiknya adalah Peter Pan. Salah besar. Justru karena film ini aku jadi mulai mendengarkan album ketiga Peter Pan, tadinya sih ga begitu tertarik.

About the movie, pemilihan casting yang bagus, I must say. Marcel Chandrawinata sebagai seniman yang diam-diam naksir Alexandra, Julie Estelle yang tampil meyakinkan sebagai the lovely Alexandra (padahal umurnya baru 16 tahun), Fachry Albar sebagai playboy insyaf, atau juga Kinaryosih sebagai bad girl yang tak kunjung insyaf. Kesimpulannya, ini bukan film yang sekedar mengandalkan popularitas dan daya tarik fisik para pemain utamanya.

Para Pemeran Utama ini sebenarnya rata-rata bermain bagus, sayang kadang-kadang jalannya cerita terganggu oleh artikulasi mereka yang suka ga jelas, apalagi jika hal ini terjadi pada titik-titik krusial film, misalnya pada saat salah satu aktor utama menjelaskan kenapa dia tak lagi mengejar Alexandra…

Tema cinta segitiga sebenarnya cukup klasik, sudah banyak diangkat oleh film-film sebelumnya, misalnya film "Dealova" yang dirilis beberapa bulan lalu. Alkisah, Bagas (Marcel) adalah seorang art-director freelance yang diam-diam suka dengan temannya sejak kecil, Alexandra (Julie), tapi ga pernah berani menyatakan. masalah dimulai ketika Fachri yang mantan playboy ternyata juga menyukai Alexandra…

Dalam setiap film tentang cinta segitiga, pertanyaan besarnya selalu sama, siapa yang menjadi pemenang dalam cinta segitiga itu. Merujuk pada Dedi Mizwar dalam film/sinetron "Kiamat Sudah Dekat", yang menang adalah, "yang sudah nguasain yang namenye ilmu ikhlas" :)

Unfortunately, film ini tidak terlalu istimewa menurut para juri Festival Film Indonesia 2005, yang lebih mengunggulkan "Janji Joni", "Ketika" dan "Gie". Tapi menurut aku sih, untuk genre film hiburan film ini lumayan bagus, lebih bagus dibandingkan "Ungu Violet", "Catatan Akhir Sekolah", "Me Versus High Heels" atau "Apa Artinya Cinta".

rate : B-

P.S. Kenapa posting ini dikirim telat??? blame it on my bosses, they kept me busy and still being unhappy with my work

Leave a Reply